The Fellowship of “The Ring”

Posted on August 15, 2007 by altbug.
Categories: Uncategorized.

Seluruh dunia terkena sihir Harry Potter…….bahkan seri terakhirnya telah jadi seri termahal dari seluruh seri si harry……….masih ada yang ingat Lord of the Ring?

Mungkin film Lord of the Ring sudah lama berlalu dari ingatan kita, adakah yang masih ingat nama – nama para hobbit yang saling bekerja sama membantu Frodo? Beberapa penggemar mungkin mengingatnya dalam waktu satu detik, beberapa yang lainnya barangkali membutuhkan beberapa detik, dan bahkan ada yang serasa memilikinya di ujung lidah mereka, tapi tak bisa menyebut nama-nama aneh dari para hobbit.

Ada yang ingat siapa pemenang MTV Most Favorite Actress tahun lalu? Film terbaik Oscar tahun 2000? Mentri Luar Negri jaman Gus Dur?

Sudah lupa? Bukankah peristiwa itu belum lama berlalu? Tidak sampai 10 tahun berlalu.

Tapi… hei, siapa yang tak ingat nama sahabat kita semasa SD? Teman bermain kita? Bahkan teman bertengkar kita? Siapa yang kita ingat ketika kita pergi jauh? Siapa yang kita ingat ketika kita senang atau sedih? Itulah “Orang Penting” yang sebenarnya bagi kita, orang- orang di sekeliling kita. Mereka inilah yang paling mempengaruhi kehidupan kita. Itulah yang dinamakan fellowship, persekutuan, sebuah pertalian yang sangat erat antar beberapa orang.

Dengan siapakah kita membentuk persekutuan? Mengapa sebuah persekutuan bisa terbentuk? Barangkali karena kesamaan kesenangan, kesamaan visi, kesamaan tujuan, seperti Frodo dan teman- temannya. Dalam sebuah persekutuan yang sehat, tiap anggota akan saling memperhatikan kepentingan anggota yang lain, bahkan mungkin ikut membelanya mati-matian. Sebaliknya sebuah persekutuan yang buruk anggotanya tidak saling mendukung, saling menyalahkan, saling mementingkan egonya sendiri – sendiri.

Ingat bagaimana dituliskan dalam Alkitab:

Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita: jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersuka cita. (1 Kor 12:26)

Sebuah persekutuan yang sehat dan saling mendukung akan membuat orang lain kagum dan respect, sedangkan persekutuan yang lemah, selain tidak mendatangkan manfaat bagi para anggotanya sendiri, juga tidak akan dapat mempengaruhi orang- orang sekitarnya.

It takes two to make a relationship work, and only one to break them apart, begitu kata pepatah. Sebuah pertalian membutuhkan kerjasama semua pihak, tapi akan putus jika hanya satu saja darinya menyerah. Karena itu Tuhan Yesus mengatakan bahwa yang terpenting dari seluruh kehidupan pertalian/persekutuan adalah saling mengasihi, karena tidak semua orang bisa berkotbah, tidak semua mampu mengupas tentang doktrin – doktrin, tidak semua mampu menggubah nada- nada yang indah, tidak semua hidup berlimpah ruah, tidak semua memiliki keluarga yang sempurna, tapi yang penting semua saling mendukung dan mengasihi, saling berbagi, dan terus bersekutu.

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti AKu telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid- murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Jadi sudahkah kita cukup saling mengasihi, sehingga kita selalu rindu bersekutu?

Sudahkah kita cukup saling mengasihi, sehingga kita bisa saling membantu?

Ataukah kita sekelompok manusia- manusia egois yang berusaha saling mengungguli?

Apakah orang lain sudah dapat melihat indahnya kehidupan bersekutu kita? Indahnya orang- orang yang bergereja? Hingga mereka juga bisa melihat indahnya kasih Allah memancar dari persekutuan kita? Sebuah kelompok yang memberikan cahaya terang benderang pada sekelilingnya, terang yang menenangkan, yang memberikan kenyamanan.

-Love each other-